sekarang aku dah hidup tak sendiri…
memacu nafas dengan erangan yang buas…
menatap awan dengan cemas
apakah dia bisa bersua dengan sang dewi….
kapan aku sugeh………
sekarang aku dah hidup tak sendiri…
memacu nafas dengan erangan yang buas…
menatap awan dengan cemas
apakah dia bisa bersua dengan sang dewi….
kapan aku sugeh………
beberapa tahun belakangan banyak fenomena yang kita dapati adalah diantaranya meningkatnya jumlah orang gila, entah gila beneran ataukah hanya sekedar bergaya gila tuk dapatkan sensasi dalam kehidupannya…
coba bayangkan barang sedetik tuk jadi orang gila….
rasanya “enak” jadi orang gila jika kita dapat menjiwai peranan kegilaan kita masing-masing. Seorang yang gila akan tahta, demi tuk mendapatkan rela menjual diri hingga menjual keputusan yang sangat menekan dan memberatkan beban masyarakat kecil…juga anggota dewan yang suka main burung sama gundiknya, kata sebagian manusia normal sangat enak bermain burung, palagi sampai muntah dan ga ketahuan publik…eits tapi apa yang terjadi di negeri gila ini, rekaman permainan burungnya menyebar kesemua antero nusantara…[jijik] + beberapa pejabat hukum malah tanpa malu mau saja tuk di suap demi memperlancar kasus yang ditanganinya. Apa gak gila jika semua aparat penegak hukum berubah dan mampu menghayati peran kegilaannya masing-masing. Yang masih hangat adalah isteri penyanyi dangdut kenamaan asala Pemalang yang ketangkap basah disuap untuk melicinkan kepentingan pemerintah kepulauan Bintan. Dan masih buanyaaak lagi tingkah gila yang ada di tengah lingkungan kita dan tidak kita sadari jika itu adalah gila beneran!!!
Jika KPK (Komite Pemberantas Kegilaan) bisa bekerja maksimal penulis angkat topi dan acungkan ke empat jempol, jika perlu jempol tengahku…
Kangen rasanya tuk kembali bermain di dunia maya. Sekian waktu yang lalu aku sibuk dengan pengembaraan hidup tuk sekedar mencari sesuap nasi….Setahun lamanya aq mengayunkan langkah tuk puaskan perasaan pencarian akan masa depan, tapi aq juga belum tahu sesungguhnya hidup kedepanku bagaimana…aq sangat risau akan kehidupan mendatang…
Mencari sesuap nasi oleh beberapa orang dianggap susah dan diperlukan tenaga ekstra tuk memperolehkanya. Nasi yang bisa dikonsumsi layak dan bisa menghasilkan tenaga yang halal tuk melanjutkan ibadah demi Tuhanku. Bukan nasi yang basi dan telah berubah ujud menjadi nasi aking….alhamdulillah aq belum pernah makan nasi aking, meski sangat sulit aq memperoleh nafkah…tapi sebisa mungkin aq bersyukur atas segala yang aq peroleh…
“rejek,i jodoh, lan pati iku pestine gusti” ini yang selalu menjadi pegangan orang jawa dan memang demikian adanya nasib seseorang. Layaknya sebuah bayangan, jika dikejar maka dia akan menjauh dari kita. Tapi ketika kita berhenti, dia akan diam seribu bahasa dan enggan mendekat pada kita. Ya Gusti…inilah kuasamu, rahasiamu atas segala mahluk ciptaanMu…
10 April 2008
tugas baru polisi lalu lintas
Suatu malam Dibyo ketika masih di Akademi Kepolisian di Candi, di pinggiran Semarang, mendapat tugas praktek lapangan untuk pertama kalinya diantar seorang sersan pelatih memasuki kota Semarang. Mereka sampai di sebelah tempat dekat perempatan jalan.
“Nah, kau lihat lampu merah itu? Kau bertugas di sana,” ujar sang sersan sambil menunjuk Trafic Light yang sedang menyala merah di perempatan jalan.
Semalaman taruna Dibyo tidak pulang-pulang. Sehari kemudian ia muncul dan langsung menghadap sang sersan pelatih.
“Ke mana saja engkau?” hardik sang sersan.
“Siap! Ke Solo, lalu balik kembali,” jawab Dibyo tenang tetapi tegas, “ ternyata lampu merah itu lampu belakang sebuah truck. Laporan selesai!”
soal mimpi dalam hidup, setiap orang pasti punya impian atau harapan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Kita boleh mimpi atau berharap apa aja bahkan mungkin yang nggak masuk di akal kita sekalipun. Tentunya mimpi kita adalah hal-hal yang baik untuk kita dan sekeliling kita. Hal yang terpenting adalah bagaimana ikhtiar kita dalam mewujudkan mimpi itu. Mimpi yang baik tentunya hanya akan terwujudkan dengan cara yang baik pula dengan tidak menghalalkan segala cara tuk menggapainya.
saat kita mencitai makhluk atau benda membuat kita jauh atau bahkan melupakan Dia sang pemilik cinta. Misalnya, saat sebelum menikah sangat aktif dalam majelis dakwah, sholat selalu tepat waktu, tilawah setiap abis sholat magrib, tahajud pun tidak ketinggalan dan bahkan puasa sunnah senin kamis pun masih rajin dilakukan. Namun keadaan menjadi terbalik setelah menikah, sholat jadi sering telat, puasa sunah sudah jarang dilakukan, tilawah hampir tidak pernah lagi apalagi bangun tengan malam untuk tahajud. Semuanya dilakukan diluar kesadaran kita, karena cinta kita kepada mahkluk lebih besar dari pada Sang pencipta makhluk. Mungkin bagi seorang istri kesibukan seharian bekerja atau mengurus anak bisa dijadikan excuse untuk sholat tidak tepat waktu, untuk tidak tilawah dan meninggalkan tahajud. Toh mengurus anak, suami dan rumah tangga juga merupakan ibadah. Begitu juga bagi suami, excuse kesibukannya dalam bekerja untuk memberi nafkah anak dan istri telah membuat dia lupa untuk sholat berjama’ah, tahajud, tilawah dan bahkan peran sebagai qowwam yang harusnya dia lakukan untuk membimbing keluarganya telah terlupakan
malam itu…….
Malam masih sore ketika aku terbangun . . . . .
aku merasa seolah-olah dibangunkan secara sengaja,
sebelumnya aku mengira ada orang yang masuk
kedalam ruangan . . . .
lalu aku bersiap-siap untuk kembali,
dan tiba-tiba saja aku merasakan ada sesuatu
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .
yang datang diruangan, . . . zat Tunggal,
itu bukanlah kesadaran akan seseorang yang hidup,
melainkan kehadiran roh.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Cerita ini mungkin membuatmu tersenyum,
namun yang dapat aku sampaikan kepada kalian adalah
fakta-fakta yang terjadi kepadaku.
Aku tidak tahu cara yang lebih baik
untuk menggambarkan sensasiku
kecuali hanya menyampaikan bahwa pada saat yang sama
muncul perasaan takut yang sangat kuat,
seolah-olah ada keganjilan dan hal menakutkan yang akan terjadi . . .
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Apr | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |